BACA Lookism Chapter 542 sub Indo, Musuh Sebenarnya Akan Muncul

BACA Lookism Chapter 542 sub Indo, Musuh Sebenarnya Akan Muncul

Lookism--

BACA Lookism Chapter 542 sub Indo, Musuh Sebenarnya Akan Muncul

Jika kamu sudah tidak sabar menantikan kelanjutan manhwa Lookism dalam Bahasa Indonesia, kamu bisa mendapatkan spoiler, jadwal rilis, dan link bacanya di sini. Tak perlu mencarinya di Shinigami atau Komikcast.



Lookism (Korean: 외모지상주의; RR: Oemojisangjui) adalah webtoon asal Korea Selatan yang ditulis dan diilustrasikan oleh Taejun Pak.

Webtoon ini pertama kali terbit mingguan di Naver Webtoon pada November 2014.

Kisahnya berpusat pada seorang siswa SMA yang memiliki kemampuan berpindah tubuh antara yang gemuk dan jelek, serta yang tinggi dan tampan.


Park Hyung Seok adalah siswa SMA yang sering direndahkan dan diintimidasi karena obesitasnya.

 Baca juga: Update Manhwa BL JINX Chapter 63 Bahasa Indonesia, Baca Lanjutan Cerita Manhwa BL Dewasa Jinx Episode 63 Sub Indo ENG RAW

Baca juga: WEBTOON Reality Quest Chapter 152 Bahasa Indonesia, Makin Seru Lanjutan Cerita Tinggal Klik

Baca juga: BACA Update Baru Solo Leveling : Ragnarok Chapter 42 Bahasa Indonesia, Cek Lanjutan Chapter 42 SUB INDO RAW

Setiap hari, ia di-bully oleh teman-temannya, hingga melampiaskan kekesalannya kepada sang ibu. Setelah meminta pindah sekolah, ia memutuskan untuk memulai hidup baru di Seoul.

Namun, beberapa hari sebelum sekolah dimulai, ia terbangun dengan tubuh baru yang tinggi, berotot, dan tampan. Ketika satu tubuh terbangun, tubuh lainnya tertidur, dan ia dapat berganti tubuh sesuka hati.

Di siang hari, ia menggunakan tubuh tampannya, sementara malam hari ia kembali ke tubuh aslinya. Selama menjalani kehidupan dengan dua tubuh ini, Daniel Park (nama lain Park Hyung Seok) menyadari betapa dunia memperlakukan orang berdasarkan penampilan.

Tubuh asli yang gemuk sering mendapat diskriminasi, sementara tubuh tampannya mendapatkan perlakuan istimewa. Ia pun menjadi influencer media sosial, trainee di agensi hiburan, dan model.

Meski siang harinya seperti mimpi, malam hari selalu mengembalikannya pada kenyataan yang pahit.

TAG:
Sumber:


Berita Lainnya