Apa Penyebab Ray Sahetapy dan Sri Respatini Kusumastuti Bercerai? Benarkah Kualat Usai Tinggalkan Dewi Yull?

Ray-Instagram-
Apa Penyebab Ray Sahetapy dan Sri Respatini Kusumastuti Bercerai? Benarkah Kualat Usai Tinggalkan Dewi Yull? Ray Sahetapy Agamanya Apa? Islam Atau Kristen? Inilah Biodata Aktor Legendaris yang Meninggal Dunia, Benarkah Sudah Mualaf? Profil Tampang Sri Respatini Kusumastuti Istri Kedua Ray Sahetapy Aktor Legendaris yang Meninggal Dunia, Lengkap: Umur, Agama dan Akun IG. Siapa Sri Respatini Kusumastuti? Istri Kedua Ray Sahetapy Aktor Legendaris yang Meninggal Dunia, Benarkah Sudah Resmi Bercerai? Kehadiran Sri Respatini di Rumah Duka Ray Sahetapy: Kisah Cinta dan Perjalanan Karier Sang Legenda Film Indonesia
Jakarta, 2 April 2025 – Suasana haru menyelimuti Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, saat jenazah aktor senior Ferenc Raymond Sahetapy atau yang dikenal sebagai Ray Sahetapy disemayamkan. Salah satu pelayat yang menarik perhatian adalah Sri Respatini Kusumastuti, istri kedua almarhum. Wanita yang akrab disapa Iin ini tiba pada pukul 15.30 WIB, mengenakan pakaian serba hitam, termasuk kerudung senada, mencerminkan kesedihan mendalam atas kepergian sosok yang pernah menjadi pendamping hidupnya.
Dengan langkah pelan namun tegar, Iin masuk ke ruang duka dan menyapa para pelayat yang telah hadir lebih dulu. Sesekali ia berhenti untuk berbincang dengan tamu undangan, bahkan tak ragu berpose bersama dalam beberapa momen. Ketika Menteri Kebudayaan Fadli Zon tiba, Iin menyambutnya dengan hangat dan sempat bercengkrama singkat. Interaksinya terlihat penuh hormat, seolah ingin memastikan bahwa semua orang merasa nyaman meski berada di tengah suasana duka.
Namun, kehadiran Sri Respatini di rumah duka meninggalkan tanda tanya besar. Pasalnya, belum ada konfirmasi resmi apakah ia masih berstatus istri sah Ray Sahetapy hingga akhir hayat sang legenda film tersebut. Meski keduanya menikah pada tahun 2004, hubungan mereka selama bertahun-tahun jarang terekspos media. Pihak keluarga pun enggan memberikan pernyataan terkait status pernikahan mereka. Hal ini membuat publik semakin penasaran tentang dinamika kehidupan pribadi Ray Sahetapy di masa-masa terakhirnya.
Perjalanan Hidup Ray Sahetapy: Dari Mimpi Besar Hingga Akhir Hayatnya
Ray Sahetapy, nama yang tak asing bagi pecinta perfilman Indonesia, lahir di Donggala, Sulawesi Tengah, pada 1 Januari 1957. Pria berdarah Maluku ini sejak kecil bercita-cita menjadi seorang aktor. Impian itu membawanya ke Institut Kesenian Jakarta (IKJ) pada tahun 1977, tempat ia menempuh pendidikan formal di bidang seni peran. Di sana, Ray seangkatan dengan Deddy Mizwar dan Didik Nini Thowok, dua nama besar lainnya di dunia seni peran Tanah Air.
Debut layar lebarnya dimulai melalui film Gadis yang disutradarai oleh Nya’ Abbas Akup. Dalam film tersebut, Ray tidak hanya menunjukkan bakat aktingnya yang luar biasa, tetapi juga bertemu dengan cinta pertamanya, Dewi Yull. Keduanya kemudian menikah pada 16 Juni 1981 dan dikaruniai empat anak: Giscka Putri Agustina Sahetapy (almarhumah), Rama Putra Sahetapy, Surya Sahetapy, dan Muhammad Raya. Namun, setelah 23 tahun bersama, pernikahan mereka berakhir, dan Ray melanjutkan hidupnya dengan menikahi Sri Respatini Kusumastuti pada Oktober 2004.
Meski industri film Indonesia sempat mengalami mati suri di era 1990-an, Ray tak pernah berhenti berkarya. Ia mendirikan sebuah sanggar teater di pinggiran kota dan membentuk komunitas teater untuk melanjutkan misinya mengembangkan seni peran. Dedikasinya pada dunia perfilman juga terlihat dari perannya sebagai salah satu pengurus PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia). Sepanjang karier panjangnya, Ray telah membintangi puluhan film, termasuk Kabut Ungu di Bibir Pantai , Dukun Ilmu Hitam , Sejuta Serat Sutra , Darah dan Mahkota , serta Dunia Mereka yang dirilis pada pertengahan 2006.
Akhir Hayat Ray Sahetapy: Perjuangan Melawan Penyakit
Sayangnya, kehidupan Ray Sahetapy harus berakhir tragis. Aktor yang telah menginjak usia 68 tahun ini meninggal dunia pada 1 April 2025 setelah sebulan menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Subroto. Komplikasi diabetes, cairan di paru-paru, dan stroke menjadi penyakit yang menghantarkan Ray ke peristirahatan terakhirnya. Jenazahnya rencananya akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada 4 April 2025.
Kepergiannya tentu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta para penggemar. Bagi masyarakat Indonesia, Ray bukan sekadar aktor, tetapi juga sosok inspiratif yang telah berkontribusi besar pada perkembangan seni peran di negeri ini. Karya-karyanya akan selalu dikenang sebagai bagian dari sejarah perfilman Indonesia.