Nadin Amizah Pernah Ikut Ajang Pencarian Bakat Apa?

Nadin Amizah Pernah Ikut Ajang Pencarian Bakat Apa?

Nadin-Instagram-

Nadin Amizah Pernah Ikut Ajang Pencarian Bakat Apa? Nadin Amizah Menyesal Ikut Ajang Pencarian Bakat: Ini Pengalaman yang Tak Sesuai Harapan! Dalam dunia hiburan, ajang pencarian bakat sering kali dianggap sebagai pintu masuk menuju kesuksesan. Namun, tidak semua cerita berakhir manis bagi para pesertanya. Salah satu contohnya adalah penyanyi muda berbakat Nadin Amizah, yang belakangan mengungkapkan penyesalan mendalamnya setelah mengikuti sebuah ajang pencarian bakat di televisi.

Nadin, yang kini dikenal lewat lagu hits seperti Bertaut dan Rumpang , tak segan-segan mengungkapkan perasaannya secara jujur melalui media sosial. Penyanyi berusia 24 tahun itu bahkan menyebut bahwa pengalamannya dalam ajang tersebut adalah salah satu hal yang paling ia sesali dalam hidup.



Awal Mula Cerita: Mimpi Besar yang Berujung Penyesalan
Pada tahun 2016, Nadin Amizah memutuskan untuk mengikuti ajang pencarian bakat bertajuk Social Media Sensation yang disiarkan oleh Trans TV. Saat itu, ia masih sangat muda dan penuh semangat untuk mengejar mimpi menjadi seorang musisi profesional. Dengan harapan besar, Nadin tampil di hadapan para juri ternama seperti Vidi Aldiano dan Gamaliel Tapiheru.

Namun, siapa sangka bahwa pengalaman ini justru meninggalkan luka mendalam bagi Nadin. Dalam unggahan TikTok-nya yang viral pada Kamis (3/4/2025), Nadin dengan lantang berkata, "Ini review jujur ikutan ajang pencarian bakat yang bisa gue omongin sekarang karena ajang pencarian bakatnya udah nggak ada. Menyesal, sepenuhnya menyesal. Sepenuhnya, seluruh dunia, menyesal!"

Kata-kata Nadin tentu saja mengejutkan banyak orang. Bagaimana mungkin seorang penyanyi berbakat seperti dirinya bisa merasa begitu kecewa terhadap pengalaman yang seharusnya menjadi momen berharga dalam karier bermusiknya?


Tidak Ada Kebebasan untuk Berkarya
Salah satu alasan utama Nadin menyesali keputusannya adalah kurangnya kebebasan dalam berekspresi selama mengikuti ajang tersebut. Sebagai seorang seniman, Nadin sangat menjunjung tinggi nilai-nilai individualitas dan autentisitas dalam berkarya. Namun, apa yang ia temui di ajang pencarian bakat justru sebaliknya.

"Setiap minggu dikasih lagu baru yang bahkan gue nggak suka lagunya, didandanin se-dangdut mungkin, se-nggak nyambung mungkin sama lagunya," ungkap Nadin dengan nada kecewa.

Ia merasa dipaksa untuk membawakan lagu-lagu yang tidak sesuai dengan seleranya, bahkan harus tampil dengan gaya berdandan yang jauh dari kepribadian aslinya. Hal ini membuatnya merasa tidak nyaman dan semakin terasing dari identitasnya sebagai seorang musisi.

Perasaan Ingin Mundur tapi Terus Dipertahankan
Lebih parah lagi, Nadin mengungkapkan bahwa ia sempat berharap gagal di babak-babak awal agar bisa segera keluar dari ajang tersebut. "Itu rasanya kayak 'Ya Allah kalah aja please'. Tapi apa kata Allah? 'Tidak, kamu harus mempermalukan dirimu sendiri terus sampai kamu pada akhirnya juara tiga'," katanya sambil tertawa getir.

Alih-alih tersingkir di babak awal, Nadin justru terus melaju ke babak-babak selanjutnya. Meski berhasil meraih posisi ketiga, pencapaian tersebut tak mampu menghapus rasa malu dan frustrasi yang ia alami selama kompetisi berlangsung. Bagi Nadin, setiap penampilan di panggung adalah momen yang mempermalukan dirinya sendiri.

Pilihan Hidup yang Lebih Baik
Jika diberi kesempatan untuk kembali ke masa lalu, Nadin mengaku akan memilih jalan yang berbeda. "Kalo ada yang bisa aku ubah dari hidupku, aku tidak akan mengulang ikut ajang pencarian bakat lagi. Sudah aku langsung jadi penyanyi kamar aja," ujarnya dengan nada bercanda namun serius.

Bagi Nadin, menjadi "penyanyi kamar" alias penyanyi independen yang merekam lagu secara mandiri justru lebih membebaskan dibandingkan harus mengikuti aturan-aturan ketat dari ajang pencarian bakat. Ia merasa bahwa pendekatan ini lebih sesuai dengan visinya sebagai seorang seniman yang ingin berkarya tanpa batasan.

TAG:
Sumber:


Berita Lainnya