Meme Kesenggol Toples Kue Sagu Keju Kenapa Viral? Ternyata Bermula dari Komik Iklan Idul Fitri

makanan-pixabay-
Meme Kesenggol Toples Kue Sagu Keju Kenapa Viral? Ternyata Bermula dari Komik Iklan Idul Fitri. Kronologi dan Awal Mula Meme Kesenggol Toples Kue Sagu Keju Viral di TikTok, Facebook dan Twitter, Benarkah dari Komik Idul Fitri? Mengapa Meme 'Kesenggol Toples Kue Sagu Keju' Mendadak Viral di Media Sosial? Ini Penjelasannya!Siapa yang tidak pernah menikmati lezatnya kue sagu keju saat momen Lebaran tiba? Kue tradisional ini memang selalu menjadi primadona di meja tamu keluarga Indonesia, terutama saat Idul Fitri. Namun, tahukah Anda bahwa kini kue sagu keju bukan hanya sekadar camilan lebaran, melainkan juga menjadi bahan meme viral yang menggelitik di media sosial?
Ya, istilah "kesenggol toples kue sagu keju" kini tengah ramai diperbincangkan di berbagai platform seperti Facebook, TikTok, hingga Twitter (atau X). Memiliki sentuhan humor yang unik, meme ini berhasil mencuri perhatian warganet dan menjadi tren baru dalam dunia maya. Lantas, apa sebenarnya arti dari meme tersebut? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
Apa Itu Meme 'Kesenggol Toples Kue Sagu Keju'?
Meme ini pertama kali muncul dari sebuah cuitan di platform X (sebelumnya Twitter) oleh akun @_devalo. Dalam cuitannya, ia membagikan teks percakapan lucu yang menggambarkan situasi khas momen silaturahmi Lebaran. Percakapan tersebut berisi dialog antara dua orang, yang kemudian berujung pada kondisi memalukan saat seseorang "kesenggol toples kue sagu keju yang gak laku."
Berikut adalah teks percakapan yang diunggah oleh akun @_devalo:
"Yaampun kapan punya anak?"
"Sekarang tante."
"Seketika keluarga kami... di hadapan keluarga besar di atas karpet dan kesenggol toples kue sagu keju yang gak laku."
Percakapan tersebut langsung menyita perhatian banyak warganet karena menyindir fenomena sosial yang sering terjadi saat Lebaran: pertanyaan sensitif tentang status pernikahan atau usia pernikahan, serta situasi memalukan yang kadang membuat kita ingin segera menghilang.
Kenapa Harus 'Toples Kue Sagu Keju'?
Toples kue sagu keju dipilih sebagai simbol dalam meme ini bukan tanpa alasan. Kue sagu keju memang identik dengan suasana Lebaran, tetapi di balik itu, ada cerita unik yang sering dialami banyak keluarga. Biasanya, kue-kue seperti sagu keju sering disimpan dalam toples transparan yang tampak cantik, namun sayangnya tidak semua jenis kue laris manis disantap tamu.
Nah, inilah yang kemudian menjadi bahan lelucon. "Kue yang gak laku" dalam toples transparan diibaratkan sebagai hal-hal yang kurang populer atau kurang diterima di kalangan tamu. Ketika seseorang "kesenggol" toples tersebut, hal itu bisa diartikan sebagai momen memalukan yang tiba-tiba terjadi di depan keluarga besar.
Hubungan dengan Lebaran Idul Fitri 2025
Meskipun meme ini mulai viral di tahun 2023, ternyata ada kaitannya dengan momen Lebaran Idul Fitri 2025. Bagaimana bisa? Menurut analisis beberapa warganet, meme ini seolah-olah menjadi ramalan lucu tentang bagaimana situasi silaturahmi Lebaran di masa depan. Pertanyaan klise seperti "kapan nikah?" atau "kapan punya anak?" masih akan tetap menjadi bahan obrolan yang sering membuat sebagian orang merasa canggung.
Dengan kata lain, meme "kesenggol toples kue sagu keju" ini menjadi metafora tentang momen-momen memalukan yang kerap terjadi saat berkumpul bersama keluarga besar di hari raya. Bahkan, meskipun sudah beberapa tahun berlalu, budaya bertanya soal kehidupan pribadi ini sepertinya masih sulit untuk dihindari.
Respons Warganet dan Kreator Konten
Viralnya meme ini tidak hanya menarik perhatian warganet biasa, tetapi juga para kreator konten. Salah satu contohnya adalah kanal YouTube Silence Man yang turut membahas fenomena ini secara mendalam. Dalam video terbarunya, Silence Man menjelaskan asal-usul kepopuleran meme ini, mulai dari arti harfiahnya hingga dampaknya terhadap tren komunikasi di media sosial.
Menurut Silence Man, meme ini berhasil menjadi viral karena relevansinya dengan pengalaman sehari-hari banyak orang. Siapa yang tidak pernah merasa malu atau canggung saat ditanyai hal-hal sensitif di depan keluarga besar? Oleh karena itu, meme ini tidak hanya sekadar guyonan, tetapi juga menjadi cerminan realitas sosial yang sering diabaikan.