KABAR DUKA! Mgr Petrus Turang Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang Meninggal Dunia pada Jumat, 4 April 2025

Petrus-Instagram-
KABAR DUKA! Mgr Petrus Turang Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang Meninggal Dunia pada Jumat, 4 April 2025. Selamat Jalan Mgr Petrus Turang: Mengenang Perjalanan Hidup dan Perjuangan Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang yang Penuh Inspirasi
Pada pagi yang mendung, tepatnya Jumat, 4 April 2025, umat Katolik di Indonesia khususnya di wilayah Keuskupan Agung Kupang kehilangan salah satu tokoh spiritual tercinta. Mgr Petrus Turang, Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang, menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, pukul 06.20 WIB. Berita ini tentu saja mengejutkan banyak pihak, terutama mereka yang pernah merasakan sentuhan kasih dan kepemimpinan bijaksana dari almarhum.
Kronologi Kepergian Mgr Petrus Turang
Kepergian Mgr Petrus Turang tidaklah tiba-tiba. Beberapa waktu sebelum meninggal dunia, beliau diketahui tengah menjalani perawatan intensif akibat kondisi kesehatan yang semakin memburuk. Berdasarkan informasi resmi dari akun Instagram @komsos_kak (Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Kupang), almarhum sempat berjuang melawan serangkaian penyakit kronis yang menggerogoti tubuhnya.
Penyakit jantung dan gagal ginjal menjadi dua faktor utama yang membuat kondisi beliau semakin lemah. Sayangnya, meski telah mendapatkan penanganan medis terbaik, komplikasi dari kedua penyakit tersebut akhirnya mengambil nyawa sang gembala umat. Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, RD Krispinus Saku, juga turut membenarkan bahwa almarhum telah lama berjuang melawan sakitnya dengan penuh kesabaran dan keteguhan iman.
Perjalanan Hidup Mgr Petrus Turang yang Menginspirasi
Mgr Petrus Turang bukan hanya sekadar pemimpin gereja, tetapi juga sosok yang sangat dicintai oleh masyarakat luas. Sepanjang hidupnya, beliau dikenal sebagai pribadi yang rendah hati, berdedikasi tinggi, dan selalu peduli terhadap sesama. Sebagai Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang, beliau telah memberikan kontribusi besar dalam membangun kehidupan rohani umat Katolik di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sejak ditahbiskan sebagai uskup pada tahun 1990-an, Mgr Petrus Turang telah menunjukkan komitmennya untuk melayani tanpa pamrih. Beliau tidak hanya fokus pada aspek spiritualitas, tetapi juga aktif dalam berbagai program sosial kemasyarakatan. Dalam berbagai kesempatan, beliau kerap menyuarakan pentingnya pendidikan, kesehatan, dan keadilan bagi masyarakat marjinal. Hal inilah yang membuatnya begitu dicintai oleh umat lintas agama dan budaya.
Rencana Pemakaman dan Prosesi Penghormatan Terakhir
Setelah kepergiannya yang mendadak, jenazah Mgr Petrus Turang rencananya akan diberangkatkan ke Kupang pada Sabtu, 5 April 2025. Sesampainya di Kupang, jenazah almarhum akan disemayamkan di Gereja Kristus Raja Katedral Kupang. Tempat ini dipilih karena merupakan simbol spiritualitas dan pusat kegiatan gerejawi di wilayah tersebut.
Prosesi penghormatan terakhir kepada Mgr Petrus Turang akan dilakukan dengan khidmat oleh para imam, biarawan-biarawati, serta ribuan umat yang merasa kehilangan. Sebuah misa requiem atau misa arwah akan digelar sebagai bentuk doa dan penghormatan terakhir untuk almarhum. Setelah itu, jenazah Mgr Petrus Turang akan dimakamkan di kompleks makam para uskup di lingkungan Katedral Kupang.
Warisan Spiritual yang Tak Terlupakan
Meski telah tiada, warisan spiritual Mgr Petrus Turang akan terus hidup dalam hati umat yang pernah ia layani. Banyak orang mengenangnya sebagai sosok yang tidak hanya menjadi pemimpin rohani, tetapi juga sahabat bagi siapa saja yang membutuhkan bimbingan. Kisah-kisah tentang kebaikannya, seperti membantu anak-anak kurang mampu untuk bersekolah hingga mendirikan fasilitas kesehatan di daerah terpencil, masih menjadi cerita yang sering dibagikan oleh umat.
Beliau juga dikenal sebagai sosok yang inklusif dan toleran. Dalam berbagai kesempatan dialog antar-agama, Mgr Petrus Turang selalu menekankan pentingnya harmoni dan saling menghormati antarumat beragama. Sikapnya yang hangat dan ramah membuat banyak orang merasa nyaman berdiskusi dengannya, bahkan mereka yang tidak seiman.
Baca juga: Apa Alasan Dita Karang Keluar dari SECRET NUMBER Bersama Jinny dan Minji?